disorientasi ..


batu itu mengganjal, kuat. seolah pembatas antara siang dan malam. ia begitu tinggi, besar. mendorongnya, memukulnya dengan segala yang aku bisa, namun ia, tak bergeming. terlalu banyak parameter untuk berpikir seolah ia terlalu kompleks.

adakah yang salah dengan perjalanan ini? adakah yang salah dengan perjuangan ini? ataukah aku tak mampu tuk berpikir bahwa ia hanya berdiri disana, tanpa pernah berpikir sepertiku? karena ia hanyalah sebuah batu? yang kutahu, hidup hanyalah pilihan, tapi mengapa seolah pilihan yang terpilih itu sulit dilalui bagai sungai yang tiada berujung? atau memang ujung sungai itu adalah akhir dari hidup?

apa yang dicari? mengapa harus mencari akhir bila tak tahu dari mana awalnya? cakrawala samar-samar menghampiri, tak mau berterus terang akan keberadaanya. kubosan bertanya mengapa, sejurus pandangan kadang tak cukup tuk bertanya, mengapa.

dunia ini random akupun mengerti, mencoba menelusuri simpulnya, merangkai awalnya, berdoa mencarinya hingga terkapar dalam untaian benang kusut kehidupan, sungguh misteri. kini kembali kubertanya, apa yang kulakukan kini, dimana kuberada, benarkah ini yang kuinginkan? sungaipun punya tujuan, ia terus menuju akhir yang entah dimana, bahkan ia terus menuju, walau muara tak kan pernah bertemu.

aku.. dis-orentasi, menunggumu diujung hidup hingga kau melihat arah yang telah kau tempuh, menunjukkan napak tilas hidupmu yang kadang bengkok bahkan patah. aku.. dis-orientasi selalu menunggumu me-reka ulang orientasimu yang c.h.a.o.s.

ttd.

— dis.orien.tasi.mu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s