Social Networking .. perlukah?


Beberapa waktu yang lalu, saya sempat bertemu dengan seseorang yang tampaknya sangat berminat dengan model afiliasi di Internet. Ia melihat bahwa dengan mengikuti program afiliasi maka uang akan datang dengan sendirinya.. ahh.. saya jadi males menanggapinya, kenapa mesti uang yang jadi tujuan akhirnya?

saya tetap dengarkan ia berbicara tentang adsense(in specific) and the future of, sampai akhirnya pada suatu titik jenuh, saya berkomentar dan bertanya(tanpa bermaksud mengurangi raa hormat saya pada beliau) “apa yang jadi landasan pemikiran anda, sehingga anda mau bersusah paya, menghabiskan waktu anda demi sebuah kolom adsense?”

beliau jawab, “saya melihta adsense memiliki peluang, sebuah cara iklan di Internet yang unik, anda bisa dapat revenue dari setiap link yang terpilih dalam webyang menyediakan afiliasi dan blablabla..” STOOOOPP!!!!

selidik punya selidik, saya mengambil kesimpulan(yang mudah-mudahan keliru) bahwa beliau ini masih awam(sama dengan saya) soal afiliasi iklan, bagaimana tidak, saya tanya apakah beliau punya website, beliau malah bilang website itu bisa dibikin nanti, toh lima menit juga jadi. What??

apa yang beliau pikirkan sehingga bisa menarik kesimpulan(secara kasar) bahwa orang lain mau masuk ke situsnya(misal gilagoogleadsense.com) atau mengetikkan kategori tentang gilagoogleadsense.com pada search engine google tanpa mengenal image dari apa yang ditawarkan oleh gilagoogleadsense.com?? bagaimana mungkin seseorang mau mengklik salah satu iklan di gilagoogleadsense.com klo nama websitenya aja gak kepikiran??

rasanya beliau ini lupa dengan apa yang dinamakan social networking, dalam konsep kehidupan manusia secara sosial(tidak hanya dalam skup teknologi informasi), interaktifitas seorang manusia menentukan apakah keberadannya dikenal manusia lain atau tidak. seorang yang sering jadi bahan omongan(baik atau buruk) tentulah lebih dikenal dari pada orang yang biasa2 saja. orang yang aktif organisasi lebih dikenal ketimbang yang pendiam .. nahh .. dari contoh sederhana itu saja seharusnya kita bisa menentukan strategi, bagaimana caranya agar orang lain mau dan mencari kita.

pada dasarnya, cukup dengan aktif dan berkontribusi(langsung atau tidak) pada sebuah komunitas, maka dengan sendirinya nama kita akan dikenal, dicari dan dijadikan referensi..

jadi .. perlukan social networking dalam beriklan atau ber-afiliasi?? saya rasa perlu.😀

2 thoughts on “Social Networking .. perlukah?

  1. sebenarnya manusia itukan pada dasarnya hanya terdiri dari sebuah getaran, getaran2 yang banyak berkumpul dan perwujudannya adalah kita. dan ketika ada pertanyaan tentang dikenal atau tidak dikenal, akan didatangi atau mendatangi itu tergantung dengan getaran yang ada pada diri kita. ketika getaran kita sama dengan orang lain maka orang tersebut akan tertarik menuju kita dan ketika getarannya berbeda ya sekuat apapun merayu akan susah nyambungnya. masih ingat konsep getaran kan?ketika 2 getaran memiliki frekuensi sama maka akan beresonansi saling menguatkan. tapi ketika frekuensi berbeda maka yang ada bukan saling menguatkan tapi saling menjatuhkan,hal ini juga berlaku pada diri kita. So kenapa kita bisa berkumpul pada satu komunitas ya karena kita punya getaran dengan frekuensi sama sehingga kita saling berresonansi. terimakasih

  2. One point on my response to this. They want the money but not considering EVERTHING that had been spent on the way to get that. Kayak orang yang sedang dimabuk cinta, F**K with everything and anything.🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s