2 Hari di JGOS 2007


senengnya bisa ikutan di JGOS 2007 walau bukan sebagai peserta, toh saya sebagai panitia juga cukup senang dengan atmosfir acara yang diselenggarakan di MM UGM itu.

anak2 PPTIK(a.k.a PUSKOM) sangat bersemangat, apalagi makanannya gak pernah berhenti🙂, hari pertama sekumpulan anak puskom langsung cabut ke MM UGM dengan persenjataan 3 laptop dan sebuah PC, UBUNTU based semua!!

wahh.. ini mesti gara2 JGOS🙂 , gpp lah, sekalian “promosi” linux ke temen sendiri, gaklama saya disana untuk hari yang pertama, Mama baru aja dateng dari Lampung, mau gak mau mesti nemenin mereka hari itu, agak nyesel juga sih, sebab ada sesi pak Budi Rahardjo yang saya gak bisa liat😦

Hari kedua dilanjutkan dengan agenda yang sama, jaga stand sewaktu bapak2 pemda yang ikutam seminar rehat kopi dan makan siang.. foto2nya menyusul deh, masih di-repro sama mas Tomi.

Hari kedua lebih meriah, bapak2 dari pemda mula gak segan2 nanya lebih dalam tentang linux dan aplikasi yang bisa digunakan, termasuk sistem yang kami develop sendiri. Kami mendevelop produk semacam SIKEUDA(Sistem Informasi Keuangan Daerah), SIKADAL(lupa singkatannya) dan SIMPASAR(cuma tiga yang dibawa pas demo)..

Bapak2 dari pemda itu mulai berani nanya TCO dari aplikasi yang didevelop dan dideploy dengan linux system.. rata2 masih berkutat dengan “ketatnya birokrasi di lingkungan pemereintahan, sistem payment dan kebijakan internal sendiri yang belum memandang IT sebagai kebutuhan.

Kalo saya pribadi lebih melihat(dari sisi e-government dan local governance) mereka sendiri, hampir 90% website pemerintahan dan sistem internal daerah yang memanfaatkan teknologi web hanya sebagai pajangan, terbukti dari minimnya interaksi antara masayrakat dengan pemerintah, penggunaan peranti TIK yang masih didominasi produk propietary dan masih bnyk lagi. walau adabeberapa alasan yang menurut saya itu perlu jadi pertimbangan buat kami.

utamanya ada dimasalah support, pak bambang(kepala pptik) bilang, “klo kita mau mandiri, harus dengan mengoptimalkan sdm lokal yang ada” .. menurut saya, ini adalah pemikiran revolusioner, bagaimanatidak ? orang yang sehari2nya duduk di pemda, punya laptop tapi jarang yang bisa memanfaatkan laptopnya(mau ngidupin aja msh bingung) dengan kultur birokrasi yang “njelimet” diarahkan agar bisa “swa-sembada IT” sungguh sangat revolusioner menurut saya.

satu lagi.. pak bambang bilang: “mulai sekarang kita harus mengubah mindset kita, selama ini berkembang luas opini bahwa linux bukanlah sistem operasi yang compatible, PnP(plug and play), linux hanya dipandang sebagai sistem yang”pnp” alias plug and pray, ayo kta rubah persepsi itu, bukan linux yang tidak kompatibel dengan hardware, melainkan hardware yang tidak kompatibel dengan linux”.. lagi2 pernyataan revolusioner keluar dari seorang yang sungguh hero dalam IT indonesia..

Ketika hanan bertanya, “kok bisa hardware yang gak kompatibel pak?” pak prastowo bilang, “seandainya si pembuat hardware mau membuka arsitektur hardware mereka kepada umum, maka nggak kurang dari 2 minggu driver hardware itu udah ada di internet”.. luar biasa sodara !!

btw.. i like it, meski harus bolos kuliah🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s