Ideologi Transnasional Dapat Dibatasi dengan Pancasila


Ideologi Transnasional, baik yang bercorak neoliberalisme Barat maupun yang berwujud revivalisme Islam ala Ikhwanul Muslimin dapat merusak NU dan Indonesia. Salah satu cara mencegah dan membatasinya adalah dengan memegang teguh Pancasila yang telah disepakati founding fathers RI.

Demikian pendapat KH Hasyim Muzadi mengomentari gejala mengkhawatirkan di masyarakat dimana kedua idelogi tersebut telah menggurita di masyarakat. Bahkan almarhum KHM Yusuf Hasyim, beberapa lama sebelum meninggal, pernah berwasiat kepada KH Hasyim Muzadi untuk menghadang ideologi transnasional, seperti liberalisme Barat dan kekerasan atas nama agama dari Timur.

“Sim (Hasyim), kami harus dapat memotong ideologi transnasional itu, karena ideologi transnasional itu dapat merusak NU dan Indonesia,” ujar Hasyim Muzadi menirukan wasiat almarhum Pak Ud.
NKK/ BKK Menyebabkan Ideologi Revivalisme Islam Berkembang Di Kampus

Hal senada diungkapkan Ketua Umum PB PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Hery Heryanto Ahzumi. Menurut Hery, Orde Baru justru mengekang kehidupan demokratis di Kampus dengan NKK/ BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan) sehingga organisasi mahasiswa berasaskan Pancasila seperti PMII, HMI dan GMNI tidak dapat masuk kampus. Dengan pelarangan organisasi berasaskan Pancasila seperti PMII, maka kekosongan atmosfer keagamamaan di kampus diisi oleh gerakan mahasiswa yang mengusung ideologi transnasional revivalisme Islam.

Kampus-kampus besar seperti UI, ITB, IPB dan lain-lain disesaki oleh mahasiswa-mahasiswa yang lebih mengenal Hasan Al Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin daripada ulama besar tanah air seperti KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU maupun KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Oleh karena itu, PMII menuntut pemerintahan SBY segera mencabut larangan organisasi mahasiswa yang berasaskan Pancasila untuk beraktivitas di dalam kampus. Dengan diperbolehkannya organisasi mahasiswa berasaskan Pancasila beraktivitas di dalam kampus, maka Hery yakin bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila dapat utuh dan tetap tegak dari rongrongan ideologi transnasional seperti neoliberalisme Barat dan revivalisme Islam dari Timur Tengah. (Diolah dari NU Online dan Kompas Cyber Media)

6 thoughts on “Ideologi Transnasional Dapat Dibatasi dengan Pancasila

  1. Mengapakah harus dikhawatirkan dan direspon sedemikian itu. Bagi semua umat islam yang merindukan menjalani kehidupan ini dengan berlandaskan pada syariat islam, wacana semacam ini menjadi sesuatu yang memberikan gambaran masa depan yang cerah bagi islam dan kembali menumbuhkan semangat mereka. Umat islam dimanapun yang merindukan penerapan sayariat islam saya pikir tidak akan gusar menghadapi isu semacam ini, malah sebaliknya mereka musti bergembira dan turut serta memperjuangkanya.

    Lalu mengapakah segolongan kaum muslim malah menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya, yang mereka sebut ideologi revivalisme islam. Kekhawatiran mereka sebagai seorang muslim saya pikir tidak perlu terjadi kalau mereka memang benar-benar muslim. tentunya mereka akan mendukung suatu aktivitas yang akan memuliakan kembali kehidupan ini dengan didasarkan pada syariat islam. Salah satunya dengan mendukung pergerakan yang mewacanakan ideologi transnasional.

    kekhawatiran semacam ini muncul bagi mereka yang berjiwa nasionalis, yang bersatu dalam ikatan kewilayahan yang lemah sifatnya. Ikatan semacam ini seharusnya tidak menjadi ikatan yang merekatkan masyarakat suatu negara. Ikatan yang berdasarkan kewilayahan semacam ini harus diganti dengan ikatan yang berdasarkan pemikiran yang mendasar atau berdasarkan aqidah. Ikatan akan menjadi ikatan yang kuat manakala disatukan berdasarkan pemikiran dan pemahaman yang sama. Apakah hal itu akan didasarkan pada ideologi sekuler kapitalis, sosialis komunis, ataukan islam, itu tergantung pada masyarakatnya. Ketika masyarakat sepakat dengan pemikiran yang dibawa oleh ideologi kapitalis mislanya, maka ikatan yang seharusnya ada adalah berdasarkan pemikiran ideologi tersebut. Begitu juga dengan masyarakat di indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, ketika mereka harus bersatu, maka dasar yang digunakan untuk mempererat mereka adalah pemikiran yang didasarkan pada ajaran islam, bukan pada ajaran ideologi-ideologi lainya, apalagi didasarkan pada wilayah.

    Sebagai gambaran, ketika ikatan yang kita punya didasarkan pada ideologi islam, maka konflik antara indonesia dan malaysia yang terjadi karena adanya saling mengklaim terhadap satu pulau yang sama, dimana kedua negara menganggap pulau itu adalah milik mereka tidak pernah akan terjadi. Hal semacam ini terjadi karena ikatan kedua negara adalah ikatan kewilayahan atau nasionalistis, dimana masyarakat didalam suatu negara terikat terbatas pada batas-batas negara yang ada, walaupun antara kedua negara mempunyai persamaan kultur. Bahkan kemungkinan adanya konfrontasi bersenjata sangat mungkin untuk terjadi diantara keduanya, yang mana sebenarnya antara keduanya mempunyai persamaan kultur yang mendasar dan juga mempunyai persamaan ideologi secara mayoritas. Hal tersebut tidak akan pernah terjadi manakala ikatan yang mengikat mereka semua berdasarkan ikatan pemikiran yang sama, yaitu ikatan berdasarkan pemikiran islam.

    Konsep nation state atau negara bangsa semacam ini adalah produk dari kaum kapitalis barat yang memecah umat islam ketika kekuasaan umat islam runtuh pada tahun 1924 ketika khilafah runtuh, maka kemudian umat muslim terpecah kedalam kotak-kotak wilayah seperti sekarang ini. Dengan demikian kekuatan umat islam tidak lagi menjadi kekuatan yang hebat manakala umatnya terpecah-pecah berdasarkan konsep kewilayahan.Oleh karenanya perjuangan untuk melanjutkan kehidupan islam yang telah runtuh dengan medirikan suatu negara islam yaitu khilafah perlu mendapat dukungan dari semua kaum muslim.

    Adapun yang dikatakan bahwa agar ideologi semacam ini tidak berkembang, yaitu dengan pancasila, saya rasa juga kurang tepat. Pancasila menurut pandangan saya adalah nilai dan visi dari bangsa ini yang tidak bisa tercapai tujuan dan visi tadi tanpa adanya ideologi. Dalam pencapaianya, negara indonesia bisa menerapkan berbagai ideologi yang ada. Apakah akan dibawa kepada kapitalisme yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan kondisi negara ini seperti ketika soeharto memimpin, ataukah dicondongkan kepada ideologi sosialis seperti ketika soekarno memimpin, ataukan dicapai dengan penerapan ideolgi islam. Sehingga kalau dikatakan pancasila adalah sebuah ideologi, saya kurang sepakat karena di dunia ini pada kenyataanya hanya ada tiga ideologi yaitu sosialisme, kapitalisme dan islam. Adapaun yang diambil indoneisa bisa dari ketiga-tiganya yang kemudian dimodifikasi.

    Oleh karenanya merupakan kewajiban bagi kaum muslim untuk bisa berjuang menegakan syariat islam untuk melanjutkan kehidupan islam yang terpotong yaitu dengan mendirikan negara islam, karena tanpa adanya institusi seperti negara, kehidupan islam yang diimpikan tidak akan pernah berjalan secara menyeluruh. Maka perjuangan harus tetap berlanjut dalam rangka menegakan dan melanjutkan kehidupan islam dalam naungan daulah khilafah. Dan bukan lagi saatnya bagi kita untuk terikat pada ikatan lemah semacam ikatan kewilayahan, saatnya bagi kaum muslim untuk bersatu dalam ikatan ideolodis yaitu ideologi islam.

  2. @perry: saya tidak ingin berkomentar terlalu banyak, menurut saya, kita tidak usah terlalu idealis dalam menjalani hidup, saya yakin anda belum pernah begitu idealis se idealis ideologi yang anda impikan(transnational) ..
    apakah anda sudah mendalami sejarah dunia(termasuk agama anda) tidak hanya dari satu mulut? sejarah adalah cerita yang ditulis, maka siapa yang menulis juga perlu untuk tidak subjektif, lalu bagaimana kita tahu si penulis sejarah itu subjektif atau tidak bila kita hanya mendengarkan atau membaca yang dia tulis, bukankah lebih baik mendengarkan suara2 lain(walau bukan mainstream), setidaknya kita bisa menyimpulkan apakah memang benar demikian adanya?
    islam juga bukan agama inklusif khan? saya yakin itu, rahmatan-lil alamiin, mungkin itu ya. lalu klo bukan inklusif lalu mengapa hanya memperjuangkan islam? kenapa tidak seluruh umat manusia diperjuangkan, dikembalikan ke jalan yang benar tanpa perlu make sorban, bawa qur’an kejalan-jalan. saya ragu, apakah yang anda atau teman2 se-ideologi anda perjuangkan adalah demi kebaikan manusia yang belum tentu muslim dan alam semesta (rahmatan lil alamiin) atau hanya bagi kaum “tercerahkan” seperti anda saja yang harus diperjuangkan (rahmataan lil islam)?
    saya rasa kita tidak perlu koar2 tentang islamisasi, nggak perlu jilbab-an untuk mengenalkan islam, apakah islam itu cuma jilbab, atau dengan jilbab sudah pasti islam? sudah pasti kaffaah? klo tidak kaffah buat apa islam? atau cuma buat simbol?
    saya rasa perlu ada dialog lebih lanjut tentang hal ini.. dan saya sarankan, lihat lah sesuatu tidak dari satu lensa(hitam-putih, UUD, agama dan uang) tapi lihatlah dengan lensa lain yang lebih berwarna .. kita bisa melihat dimensi lain yang tidak bisa kita rasakan dengan lensa hitam putih..
    bukankah tuhan adalah dimensi lain yang ga bisa kenali hanya dengan panca indra..?
    salam.

  3. lho kan dah jelas ,masa depan yg cerah apaan? la wong NU aja di anggap dzaqolan nar, orang NU masuk neraka karena melakukan tahlil dan istighosah, itukah yg dinamakan menyelamatkan umat ,merka itu fanatik buta yg brutal dan sombong siapa bilang pancasila dan uud 45 itu itu tidak islami dan kapitalis ? pancasila dan uud 45 itu anti kapitalis , ente liat ja tu di pasa2 nya.mereka tu nggak cinta tnah air tapi cinta ARAB segalnay yg berbau arab itu unggul ,hebat,luar biasa,taktertandingi .dll. sementara orang barat itu kafir jahiliah bodoh , kayak baabi monyet ,harus dimusnahkan dari muka bumi,. coba ente pikirkan lebih jauh ,kira 2 apa nilai tambah merka dg mendirikan negara islam indonesia ,jika memang itu terjadi? nggak ada !!! selain pemberangusan kemajemukan menimbulkan perpecahan karena fanatismae berlkebihan mereka,tarian haram,seni rupa haram,halal -bihalal haram,musik haram,cinta tanah air haram,main catuur haram,main kartu haram,bolling haram,bilyard haram,diskotik haram/dilarang,semua yg nggak sesuai mereka kafir ,itukah yg mereka ingnkan ? benekah khilafah itu solusi mengapa arab saudi yg menerapkan syariat ketat tetap aja goblok,walaupun kaya dari hasil minyak ,buta huruf masih tinggi,pemerkosaan tki ,bnyaknya keretakan rumah tannga,pengkangan kaum wanita,kualitas pendidikan yg rendah,bgitu juga taliban maalh lebih parah lagi . antum harus tau segala dalil yg blum jlas dan masih mengundang bnayk tafsir jg antum tafsirkan demi keuntungan organisasi antum,lalu menghujat klompok laen,budaya sendiri dianggap rendah(tarian,senipahat,gamelan,sinden,wayang,dolanan,tembang tradisi upacara tertentu) karna dianggap kafir sesat halkal darahnya,wajib dibunuh ,najis kotor sementara yg berbau ARAb,indah ,suci mulia,luar biasa,paling benar,paling hebat,tak tertandingi,????????????????????

  4. sepatutnya islam indonesia itu berkarakter dg ke-indonesiannya. fine jika kita bisa sedikit bijak dengan membaca literatur dari berbagai sumber, tapi yg jadi catatan bahwa islam indonesia tdk boleh terpengaruh dari berbagai macam ideologi baik barat maupun timur.
    saya tdk sepakat dg pernyataan bahwa NU itu masuk neraka karena tahlilan. JANGAN MAEN HAKIM MASUK NERAKA!!emg situ Tuhan???
    sy bukan org NU tp berusaha tuk mengkrkitisi coment yg menurut sy perlu dikoreksi.
    trims

  5. Saudara2 qu izinkan sy berpartisipasi dlm diskusi ini..

    Pada hakikatnya adalah suatu hal yg tepat dan bijak bila kt sbg manusia haruslah kritis terhadap berbagai hal..
    Kt percaya dan yakini dalam literatur sejarah dlm brbagai versi bahwa pembawa ajaran Islam di Indonesia adalah brasal dr negeri lain.. Namun patut kt pahami pula bahwa Islam yg diajarkan di Indonesia bkn lah untuk menegakkan khilafah..
    Sdh berabad-abad lamanya Islam tmbuh dan berkembang di Indonesia tanpa wacana khilafah..

    Usia brkembangna wacana khilafah tdklha sebanding dgn usia brkembangnya Islam di Indonesia..
    Msknya wacana khilafah adalah bntuk dr kebobolannya pertahanan Indonesia dlm bntuk membendung ideologi2 yg msk ke Indonesia..

    Sbg bagian dr Indonesia sdh mnjadi kewajiban kt sbg rakyat untuk bersatu padu membendung dan menghambat pergerakan Islam Transnasional..
    Ingatlah saudara-saudara qu Indonesia hampir 64 tahun lamanya berdiri jgn biarkan kekuatan barat ataupun timur mnghancurkan dan mnguasai negeri ini..

    Barat dan Timur hanya memanfaatkan dan memperalat rakyat Indonesia sbg antek2nya.. Ketahuilah bhwa otak2 gerakan barat dan timur bknlah orang Indonesia jd hakikatnya adalah musuh Indonesia yg nyata bknlah orang Indonesia yg mnjadi antek2 mrk tp orang2 barat dan timurlah yg mnjadi musuh kt… Orang barat mngatakan bhwa Islam adalah teroris sdngkan orang timur (tmur tengah) mngatakan barat adalah penjahat.. Smua wacana atau pperangan tsb intina adlh mnyeret Indonesia dlm konflik sprti layakna blok barat (Amerika) dan Blok Komunis (Uni Sovyet) brkonflik dl.. Maka kt harus brsikap netral dan memegang prinsip luhur bangsa sndiri yakni Proklamasi 45, UUD 45, dan Pancasila sbg pedoman hidup kt..

    Indonesia prnah keluar dr konflik antar blok dan memimpin dunia dgn gerakan non blok.. skrng Indonesia di uji kmbali dlm konflik yg krng lbh serupa.. Ayo Bangsa Indonesia kt brjuang kmbali untuk selamatkan Indonesia Tercinta ini..
    Merdeka.. Merdekalah Untuk Selama-lamanya..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s