Aksara Hanacaraka dalam Unicode


Kepulauan nusantara memiliki peradaban tinggi, salah satunya adalah penggunaan aksara dalam tulisan. Kita kenal hurup Hanacaraka, Sunda, Batak, Bugis dan sebagainya. Namun sejak Majapahit runtuh kebudayaan bergeser dengan dibawanya aksara Latin oleh Belanda, aksara Arab oleh para saudagar dari Timur Tengah. Aksara Latin sendiri menyerap aksara Arab untuk penulisan angka dan aksara Arab dimodifikasi sedikit menjadi Arab-Melayu atau Jawi.

Kemajuan teknologi digital dalam aksara saat ini adalah konsep Unicode. Dulu kita hanya mengenal set karakter ASCII sebanyak 256 hurup atau glyph (8 bit), berkembang menjadi 16 bit dan terpecah-pecah dalam standar ISO, misalnya ISO-8859-1 untuk set karakter Latin dan beberapa karakter bangsa Eropa.

Kini kemajuan digital lebih tinggi lagi sehingga kumpulan karakter cukup direpresentasikan dalam satu sistem, yaitu Unicode. Dengan menggunakan Unicode sebuah data/informasi digital akan sangat portable, tidak perlu diconvert ke dalam set karakter tertentu karena Unicode mewadahi semua set karakter di dunia, tentunya yang telah diajukan dan disetujui.

Sebagai contoh implementasi adalah blog ini. Header HTML blog ini menggunakan set karakter utf8, dengan menggunakan utf8 saya bisa menuliskan tidak hanya karakter Latin, tetapi juga aksara Arab, Cina, Jepang, hurup Braille dan sebagainya. Proses rendering atau penggambaran hurup diserahkan kepada client/browser, jika anda memiliki font yang support karakter tersebut tentunya akan tampil.

Contoh:

Ini aksara Arab: بسم الله رحمان رحيم

بسم الله الرحمن الرحيم

Ini aksara Braille: ⠥⠢⠵⠞⠓⠠ ⠮⠶⠫⠞⠓ ⠞⠣⠘⠍⠮

Ini aksara Devanagari: ओऔऌऊबऴळढञऔऒआअध

Aksara di atas tidak akan tampil jika anda tidak memiliki font yang memiliki jangkauan aksara di atas.

Satu yang sangat disayangkan adalah peradaban leluhur Indonesia seperti aksara Hanacaraka belum masuk ke dalam Unicode. Saya melihat tugas pemerintah atau lembaga terkait yang mengajukannya ke Unicode Consortium. Rekan MDAMT pernah menanyakan namun tidak bisa menyanggupi persyaratan teknis seperti melampirkan dokumen-dokumen yang bertuliskan Hanacaraka, juga persyaratan lainnya yang bersifat spesifik.

Lebih kaget lagi ketika aksara Hanacaraka telah diusulkan oleh orang luar negeri dengan nama Tjarakan, bahkan perusahaan Agfa Monotype mulai membuat contoh font Javanese ini.

Selain Hanacaraka, aksara lain yang mulai diajukan oleh pihak luar negeri adalah aksara Batak, Bali dan Bugis (informasi dari status pending di Unicode).

Wahai akademisi bahasa dan aparat pemerintahan terkait, mana kerja anda untuk hal ini? Tolong buka dan baca Unicode Proposal dan ajukan proposal untuk terpeliharanya peradaban negeri ini.

6 thoughts on “Aksara Hanacaraka dalam Unicode

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s