Dewi Fortuna dan Hitler


Pada musim panas tahun 1930 di sebuah daerah di Jerman, sebuah kecelakaan hampir terjadi antara sebuah mobil penumpang dan sebuah truk trailer besar. Untung saja (atau sialnya?) pengemudi truk tersebut bereaksi cukup cepat untuk menginjak pedal rem. Bila dia terlambat setengah detik saja, mobil penumpang tersebut pasti akan tergilas dan kemungkinan besar para penumpang di dalam mobil tersebut akan tewas.

An article by http://www.itpin.com

Pada musim panas tahun 1930 di sebuah daerah di Jerman, sebuah kecelakaan hampir terjadi antara sebuah mobil penumpang dan sebuah truk trailer besar. Untung saja (atau sialnya?) pengemudi truk tersebut bereaksi cukup cepat untuk menginjak pedal rem. Bila dia terlambat setengah detik saja, mobil penumpang tersebut pasti akan tergilas dan kemungkinan besar para penumpang di dalam mobil tersebut akan tewas.

Apa yang membuat insiden tersebut istimewa adalah fakta bahwa penumpang yang duduk di baris depan (bagian kanan) adalah Adolf Hitler, yang dua tahun kemudian naik di tampuk kekuasaan Jerman. Tanpa disadari supir truk tersebut, responnya yang cepat kemungkinan besar telah ikut mempengaruhi sejarah dan wajah peradaban dunia.

Cerita di atas adalah salah satu contoh bagaimana ‘keberuntungan’ (atau tiadanya keberuntungan) mempengaruhi hidup kita. Harus diakui, sebaik apa pun rencana yang kita susun, faktor keberuntungan memegang peranan yang sangat penting. Dalam bisnis sekalipun, berada di tempat yang benar pada waktu yang benar sering menjadi faktor penentu keberhasilan; sementara mereka yang telah melakukan perhitungan yang njelimet sering gagal karena Dewi Fortuna kebetulan berada di tempat lain. Beberapa riset yang ditujukan untuk mempelajari faktor-faktor keberhasilan sebuah bisnis sering menemukan banyak perusahaan yang ‘kesuksesannya yang tidak bisa dijelaskan’, sebuah kata lain untuk kata ‘luck‘.

Fakta ini seharusnya membuat kita rendah hati dalam menghadapi hidup, karena kita menyadari adanya kekuatan yang jauh lebih besar di luar diri kita yang ikut mempengaruhi jalan hidup kita. Namun pada kenyataannya, manusia sering disesatkan oleh bias yang disebut sebagai fundamental attribution error. Bias ini membuat kita menganggap kesuksesan kita berasal dari kemampuan, ketrampilan, atau keputusan yang kita buat; sementara kegagalan disebabkan karena nasib buruk belaka. Padahal kenyataannya, (hampir) semua kesuksesan dan kegagalan bisa jadi disebabkan oleh pertautan yang sulit diurai antara tindakan kita dan keputusan nasib.

Anda lalu akan bertanya, “Bila nasib ikut menentukan kesuksesan/kegagalan kita, mengapa kita perlu belajar?” Jawaban sederhananya, karena semua kejadian di dunia ini tidak diatur dalam logika biner hitam dan putih, ya dan tidak. Semua kejadian di dunia ini beroperasi secara probabilistik. Fungsi belajar adalah meningkatkan probabilitas kita untuk meraih apa yang kita inginkan dan mengurangi dampak negatif bila nasib memutuskan lain. Dengan kata lain, belajar tidak memastikan Anda akan sukses, tetapi akan meningkatkan probabilitas kesuksesan Anda dibanding mereka yang tidak belajar. Seberapa banyak probabilitas tersebut, tidak ada yang tahu kecuali Yang Maha Kuasa.

Keunggulan probabilitas tersebut juga tidak berarti Anda akan selalu menang melawan mereka yang probabilitasnya lebih kecil. Bila Anda memiliki probabilitas 60-40 dan teman Anda 40-60, dan tangan nasib kebetulan memilih 40% yang dimiliki teman Anda dibanding 60% milik Anda, Anda tetap kalah pada kesempatan tersebut. Probabilitas tersebut hanya akan berpihak pada Anda, bila kejadian yang sama bisa diulang beberapa kali. Semakin sering kejadian yang sama berulang, semakin besar probabilitas tersebut akan membantu Anda. Contoh terjelas bisa dilihat di bursa saham. Para pemain yang memiliki pengetahuan yang lebih baik tidak selalu menang pada setiap transaksi, tetapi dalam jangka panjang, pengetahuan mereka akan membuat mereka menang lebih sering. Anda bisa saja memprotes bahwa tidak semua dari kita diberi peluang sebanyak itu. Tetapi dengan pengetahuan dan sikap yang benar, Anda seharusnya bisa menciptakan peluang-peluang yang lebih banyak.

Bukankah Seneca pernah berkata, “Luck is what happens when preparation meets opportunity“?

Walau demikian, ada baiknya untuk selalu diingat: tidak perduli sebanyak apa pun yang telah Anda pelajari, always be humble… Kita hidup di dunia yang tidak pasti dan random.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s