Tags

, , , , , , ,

sex affairSabrina masih merapikan sekali lagi meja kerjanya, memeriksa laci dan merapikan beberapa dokumen yang berserakan di laci kerjanya. Ruangan kerja di lantai tempat dia bekerja sudah sepi.
Tiba-tiba terdengar sapaan dari suara yang tak asing lagi baginya. “Hai! Care to have dinner with me?” – Sabrina mendongakkan kepalanya, lalu tersenyum, “Sure, when?” – “Now! Are you ready to go home now?”, suara itu menyapa lagi dan menggelitik rasa ingin tahu di hatinya. Wow, dinner invitation yang begitu mendadak!, katanya dalam hati. But then yang keluar dari mulutnya, “OK, gimme 5 minutes and I`ll meet you at the reception desk” – “Kay!”Rekan kerjanya berlalu, dan Sabrina masih terpukau sambil berbunga-bunga. Undangan dinner yang mendadak ini membuat tubuhnya yang sudah demikian lelah menjadi segar kembali. Why? *I don`t know Sabrina! :P~ Do you like him? hehehe…
Dinner went verywell. Dimas belum lama dikenalnya. Dia seorang laki-laki keturunan jawa yang lumayan berfikiran modern. Tidak tampan, tapi cukup simpatik. Sebenarnya dia menyukai laki-laki ini sejak pertama kali melihatnya. Hanya saja, dia tidak pernah mau membina hubungan dekat dengan rekan sekerja lebih dari teman. Tapi hatinya berdegup senang berdampingan dengan laki-laki itu. Dan semua terjadi begitu saja ketika mata mereka saling berpandangan. Rasa itu, hasrat untuk saling berdekatan dan melakukan lebih jauh ternyata tidak perlu terucap. Inikah yang dinamakan “Lust”? Sabrina tak peduli. Dia sangat menikmati malam ini. Malam dimana akhirnya dia bisa menikmati indahnya bercinta dengan seseorang yang diam-diam dipujanya.
Tak ada kata-kata yang terucap selain hasrat untuk saling memenuhi satu sama lain. Apalagi cinta. Not a word.
Sabrina terbuai dalam irama bercinta yang begitu bergelora yang selama ini dipendamnya. Tak ada yang menghalanginya melakukan itu, walaupun sempat terfikir, apakah ini akan merusak nama baiknya di kantor. Sabrina tidak peduli. Ia hanya ingin merasakan kenikmatan yang selama ini didambakannya. Dan malam ini Sabrina mendapatkannya. Tanpa Meminta! Tanpa pula berharap akan kelanjutan hubungan yang akan terjadi nanti. Sabrina cukup puas dengan apa yang didapatnya malam ini. Bahkan Sabrina pun tidak peduli ketika Dimas mengatakan bahwa sebenarnya Ia sering memperhatikan Sabrina dengan baju kerjanya yang sexy dan membayangkan ingin bercinta hanya dengan melihatnya sekelebat ketika Sabrina melewati ruang kerjanya. Sabrina tak mau ambil pusing dengan omongan manis yang hanya datang ketika gairah sedang berpacu dengan imajinasinya. Sex is sex. Lets have fun with it when we have a chance. And I got you now, begitu pikirnya. What is love anyway?, senyum mengembang di bibirnya.

Yang terjadi setelah itu tidak semudah yang terfikir sebelumnya. Malam itu dia tersenyum mengenang kejadian yang baru saja dialaminya. Tapi apa yang akan terjadi besok di kantor? Bisakah semuanya berjalan normal seperti sebelumnya? And then sisi hatinya yang lain berkata, “Ah sudahlah, itu urusan nanti! Yang penting kamu seneng kan malam ini?” Dan Sabrina pun terlelap dengan mimpi yang indah.

Keesokan harinya, Sabrina melangkah ke ruang kerjanya dengan hati yang gembira. Tapi ada yang berubah. Pagi ini dia ingin sekali melihat Dimas. Dan yang diinginkannya hanya melihat Dimas. “Wow, what`s going on with me?” “Thought it was just fun!”

Dimas tersenyum penuh arti ketika bertemu di depan lift. Sabrina kembali berdebar. Hey stop it! It`s just fun! Sabrina berusaha mengontrol perasaannya. No, I can`t let this feeling on!

Waktupun berlalu. Hari-hari di kantor pun menjadi semakin menyenangkan. Sampai pada satu titik Sabrina benar-benar yakin FUN is FUN. Sabrina dan Dimas menikmati saat-saat FUN tersebut.

Pada satu masa, FUN juga menimbulkan rasa rindu. Sabrina pun makin berani melakukan hal-hal yang tidak biasanya dilakukan. Misalnya dengan mengunci ruang kerja Dimas dan langsung mencium Dimas tanpa permisi karena Dimas sangat menikmati momen-momen tersebut. Dan di waktu lain, Dimas masuk ke ruang kerja Sabrina dan langsung memeluknya dari belakang dan menciumi leher dan tengkuknya dengan penuh gairah. They feel something with it. “Sensational Touch”. It`s sensational because not done in appropriate time and place. It`s so special as they feel the excitement of the temptation.

SO WHERE`S THE SENSATION?

Benarkah hal tersebut di atas menimbulkan sensasi? Nah, sekarang sama-sama kita bahas yuk…. Setelah artikel saya kemarin, saya ingin memenuhi janji saya untuk menulis soal sensasi ini.

Yang namanya hubungan seks pasti nikmat kalau dilakukan oleh kedua belah pihak dengan suka cita. Kecuali yang satu dipaksa, pasti gak enak banget rasanya! *Eh, kalo yg sakit jiwa, enak juga kale ya dipaksa? *lol*

Cerita di atas menggambarkan satu kondisi yang banyak terjadi pada kalangan eksekutif. Affair sex dengan rekan sekerja sudah menjadi rahasia umum. Apa yang mereka bilang? SENSATIONAL! *Sensasinya BO!*

Sex yang dilakukan dengan perasaan was-was atau terburu-buru bisa menimbulkan sensasi? Mungkin melihatnya begini, di saat orang-orang sedang melakukan aktivitas pekerjaan di kantor, yang dilakukan oleh pasangan affair ini sangat kontradiktif. Sementara orang-orang sibuk bekerja, dia juga sibuk “bekerja”. Melakukan tindakan yang menimbulkan ketegangan menimbulkan sensasi tersendiri pada kondisi dimana seks sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang indah secara alami. Tapi ada pula orang yang beranggapan bahwa seks memang butuh variasi dan inovasi agar kita tidak kehilangan semangat dan tetap bergairah sepanjang usia kita.

Benarkah itu? The choice is yours!

Some of my friends even said, “gimana yah kalo make love di kantor?” Yang kaya gitu tuh baru banyak kita baca di 17tahun.com doang! Belum pernah tuh ada yang cerita langsung kepada saya bagaimana nikmatnya melakukannya di atas meja kerja dan membuat kertas-kertas berserakan seperti di film-film.

Jadi kesimpulannya apa? Imajinasi seks? Atau Kepuasan Seks yang berbeda dengan melakukan suatu hal yang tidak biasa? Salah seorang teman saya bilang “Namanya juga variasi! Jadi boleh thingy sekali sekali dicoba!” hm… asik juga… hehehe…

So what`s your comment? Any comment? Or wanna share your story? Just put your comment in here :-)

Muach!

Viena
The Author of
Vision of Love
http://www.lovemeordie.com