Audacity 1.3.10 Plus out now!

Audacity Plus? ya, aslinya sih hanya audacity 1.3.10 plus plugins. biasanya kan anda harus download terpisah, nah ini saya paketkan jadi satu untuk anda. bisa download di: http://filekita.com/lfpvect9fqfv.html

oia, plugin yang ada disini memang banyak, tapi masih banyak lagi yang lain, berikut ini saya sertakan daftar link penyedia plugin untuk Audacity:

  1. http://free-loops.com/free-vst-plugins.php
  2. http://www.hitsquad.com/smm/win95/PLUGINS_VST/
  3. http://www.kvraudio.com/get.php?mode=results&st=q&s=6
  4. http://www.dmoz.org/Computers/Multimedia/Music_and_Audio/Software/Plug-ins/

berguna banget buat saya :) siapa tahu juga berguna buat anda yang males download terpisah.

Pindah sementara..

setelah cukup lama ngeblog di wordpress.com akhirnya saya bisa punya rumah sendiri buat nge-blog(udah lama sih), dan sepertinya lebih nyaman nge-blog di web sendiri.

alamat barunya ada di: http://si.rizal.web.id bisa juga anda akses via http://rizal.intipace.web.id tapi saya sarankan pakai yang sebelumnya behubung hanya redirect :) blog ini tidak akan ditutup, hanya vakum sementara waktu, sambil cari materi yang pas untuk diisi disini, soalnya saya juga punya blog lain yang kontennya gak uptodate gara-gara bingung mau diisi apa.

ya sudah, saya tunggu komentarnya di blog yang baru ya!

Published in:  on November 20, 2009 at 3:19 am Leave a Comment
Tags: , , ,

a post – a day

yes, i have been trying to learn continuously english, both of grammar and speaking. so from this day on, i will post on each day.

sorry for my bad english, help me to correct my sentences if you mind.

Published in:  on October 8, 2009 at 9:08 am Comments (2)

monitoring and provisioning tools..

singkat saja, saya lagi pengen cari tools monitoring server (network) yang mudah dipakai, mudah dimengerti, mudah di hack/customise (bila perlu), add on module yang cukup, system requirement yang sederhana dan beban server sedikit. dan kandidiat yang saya coba adalah sebagai berikut:

  1. smokeping -> ideal untuk cek ping latency
  2. darkstat -> rasanya lebih ke network sniffing
  3. munin -> model client and server (with agent)
  4. cacti -> snmp based monitoring, populer dikalangan ISP
  5. ganglia -> model client and server (with agent), populer di dunia grid computing
  6. nagios -> tool monitoring yang all in one
  7. zabbix -> tool monitoring seperti nagios
  8. zenoss -> tool monitoring seperti nagios
  9. nedi -> tool monitoring untuk router
  10. opennms -> tool monitoring lengkap nan powerful
  11. bigsister -> tool monitoring
  12. saidar -> tool monitoring berbasis curses (console)

dari ke-12 tools diatas yang saya coba ada dua kategori utama yang membedakan dalam implementasinya. pertama adalah model client – server via agent (3rd party) dan kedua via snmpd. dengan demikian, ada dua keuntungan dan kerugian pula. prinsipnya, semua device yang bisa diakses via snmp bisa dimonitoring menggunakan tools yang snmpd based semacam cacti, bahkan plugin untuk nagios yang snmp based. tapi metode ini butuh effort lebih, anda harus membuat module tersebut kemudian di integrasikan dengan, cacti misalnya. lain halnya jika anda lebih suka produk jadi / siap pakai. tool monitoring yang cleint – server based semisal ganglia, dan munin sangat layak dicoba. anda tidak perlu repot buat module, semua tersedia, bahkan dengan sangat baik.

lalu solusi tengahnya bagaimana? masih ada nagios, zabbix bahkan zenoss. nagios yang pernah jadi juara produk foss favorit sangat layak untuk dipakai. nagios memiliki banyak plugins, mulai dari monitoring agent di firefox a.k.a. nagios checker sampai software semacam dude(windows based) yang dipakai untuk mikrotik. interfacenya pun banyak, ada nagvis, centreon, groundwork dan pnp. dukungan availability report dan history pun cukup memuaskan, anda bisa tahu kapan server mati, berpa lama dan service apa yang in accessible, atau mungkin anda ingin mengecek load server, ada semua.. sangat all in one.

jika anda lebih suka monitoring via console, gak perlu repot pakek top, vmstat, cukup pasang saidar saja. ya, saidar adalah program monitoring berbasis curses yang cukup bagus, bisa monitoring rx dan tx, swap usage realtime, i/o access dan lainnya.

buat saya pribadi, nagios plus ganglia dan smokeping adalah pilihan terbaik, disusul nagios plus cacti dan smokeping bila memang gak ada pilihan selain snmp based :)

Published in:  on March 10, 2009 at 12:36 pm Comments (2)
Tags: , , , , , , , ,

Obyek “sakral” monyet

dikutip dari itpin.com

Jika Anda memelihara banyak monyet (setidaknya 10 monyet), lakukanlah percobaan ini:

Masukkan 5 ekor monyet ke dalam kerangkeng. Di dalam kerangkeng gantungkan sebuah pisang. Namun, pisang tersebut bukanlah untuk diberikan kepada mereka. Setiap kali ada monyet yang ingin mengambil pisang tersebut, guyurlah dengan air. Biarkan mereka tahu bahwa pisang tersebut “sakral”, tidak boleh disentuh. Lakukan penyiraman terus menerus setiap kali ada yang berani coba-coba mengambil benda “sakral” tersebut. Lama kelamaan, para monyet akan belajar dan mengetahui bahwa pisang tersebut adalah obyek “sakral” yang tidak boleh disentuh.

Lalu keluarkanlah seekor monyet lama dan masukkan seekor monyet baru. Monyet baru ini, karena belum pernah disiram, akan mencoba mengambil pisang. Namun, keempat temannya yang lain, dengan maksud baik, akan langsung mencegahnya. Mereka berteriak-teriak dan mencoba menariknya mundur dari pisang tersebut. Si monyet baru akan mencoba berkali-kali sampai akhirnya menyerah.
Setelah itu, masukkan pemain pengganti kedua. Monyet baru kedua ini tentu saja akan mencoba mengambil pisang tersebut dan teman-temannya semua akan mencoba mencegahnya. Ulangi lagi pergantian monyet sampai semua monyet-monyet lama diganti dengan monyet-monyet baru. Pada akhir percobaan, Anda akan mendapatkan 5 monyet yang sama sekali tidak tahu mengapa pisang tersebut tidak boleh diambil (karena tidak pernah disiram), namun mereka sendiri tidak berani mengambilnya.

Dan begitulah caranya kepercayaan yang tidak berdasar, seperti takhayul atau pantangan berkembang. Demikian juga dengan norma-norma budaya di sekitar kita. Sering hal-hal tersebut kita pelajari dari orang-orang sekitar tanpa kita mengerti asal-usulnya. Untunglah kita bukanlah monyet-monyet yang tidak bisa berpikir secara kritis. Sebagai manusia, setidaknya kita dibekali kemampuan untuk mempertanyakan ulang sistem kepercayaan kita: Apakah memang didasarkan atas dasar-dasar yang masuk akal atau tidak. Sekarang kembali kepada Anda: Bersediakah Anda menjadi manusia seutuhnya?

Published in:  on February 14, 2009 at 7:42 am Comments (1)